1. Apakah ada syarat khusus untuk daftar menjadi peserta ICN Conference 2020?

Tata cara dan syarat pendaftaran dapat dilihat di website ICN 2020 (www.icn-id.com)

2. Seperti apakah acara ICN Conference 2020?

ICN Conference 2020 akan mendatangkan 34 delegasi dari masing-masing provinsi di Indonesia yang telah diseleksi melalui tahap penyisihan berupa seleksi proposal proyek sosial. Acara ini akan diadakan selama 4 hari 3 malam dengan rangkaian acara berupa presentasi proyek sosial, diskusi kebangsaan, seminar, dan city tour.

3. Peserta perwakilan provinsi individu atau kelompok?

Provinsi diwakilkan secara individu

4. Apakah biaya Rp 90.000 untuk gelombang 1 atau Rp 110.000 untuk gelombang 2 sudah termasuk tiket PP ke Jakarta?

Tidak. Biaya Rp 90.000 (untuk gelombang 1) atau biaya Rp 110.000 (untuk gelombang 2) hanya untuk biaya pendaftaran saja. Jika terpilih menjadi perwakilan dari provinsi maka akan dikenakan biaya sebanyak Rp 250.000 sebagai jaminan dan tiket PP akan ditanggung oleh masing-masing individu dengan alternatif difasilitasi oleh kampus masing-masing. Pihak panitia hanya menanggung biaya akomodasi selama acara berlangsung.

5. Apakah biaya pendaftaran akan dikembalikan jika tidak lolos?

Tidak, biaya tersebut akan hangus. Biaya yang dikembalikan adalah biaya jaminan bagi 34 delegasi yang lolos.

6. Bagaimana mekanisme seleksi ICN Conference 2020?

Seleksi akan dilakukan melalui proposal proyek sosial dan jawaban esai saat registrasi yang sudah dikirimkan kepada kami dan nantinya akan dipilih 1 perwakilan dari setiap provinsi.

7. Apakah boleh menggunakan proyek sosial yang baru direncanakan (belum direalisasikan)?

Boleh asalkan bisa membuat gantt chart dan budgeting sesuai dengan format proposal yang ada di website

8. Jika saya berasal dari provinsi A tapi berdomisili dan berkuliah di provinsi B, apakah saya boleh mendaftar dan mewakili provinsi A?

Tidak boleh karena harus sesuai dengan domisili kampus.

9. Bidang proyek sosialnya apa saja?

Kategori proyek sosial yang diangkat ada 3, yaitu Jiwa Muda Jiwa Berkarya, Aksiku untuk Lingkungan, dan Kebudayaanku Kebanggaanku. Proyek sosial diharapkan sesuai dengan permasalahan yang terjadi di provinsi yang diwakilkan.